Meilanfitriani's Blog

story of my life

Dua Sahabat Janjian Bunuh Diri

Posted by meilan fitriani on 5 December 2009

Di jaman sekarang ini, kenapa banyak sekali orang yang dapat dengan mudah mengambil keputusan untuk bunuh diri. Apakah ini berarti bahwa masalah-masalah yang harus dihadapi semakin sulit atau kini tingkat keimanan seseorang semakin menipis.

Dua perempuan yang lama bersahabat, Lia Nurhabibah (17), warga Dusun Bangkok Timur, Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, dan Siti Dewi Masitoh (18) yang masih bertetangga, nekat berusaha bunuh diri bersama dengan menenggak potas jenis racun ikan dicampur minuman ringan Sprite dan obat sakit kepala Bodrex.

Menurut informasi yang dihimpun Surya, diduga kuat keduanya sudah janjian untuk mengakhiri hidupnya. Dari beberapa kesaksian menyebutkan, keduanya terlihat masuk ke dalam kamar Siti sekitar pukul 21.00 WIB.

Setengah jam kemudian Lia berlari keluar dari kamar dan berteriak memanggil Siren (45), ayah Siti. Spontan Siren mendatangi suara tersebut dan mendapati Lia berteriak minta tolong sambil memegangi tenggorokan dan perutnya.

Setelah melihat ke dalam kamar, Siren melihat anaknya, Siti, terkapar di lantai dengan mulut berbusa serta mata melotot. Siren langsung berteriak minta tolong.

Teriakan ini didengar Sukimen (42), ibu Siti, dan para tetangga. Sementara Lia berusaha lari pulang, tetapi terjatuh dan tergeletak di kandang sapi dekat rumahnya dengan kondisi mulut berbusa.

Warga yang berdatangan langsung melarikan Siti dan Lia ke RS Siti Khodijah. Namun naas, nyawa Siti tidak tertolong dan meninggal dalam perjalanan. Sementara Lia, putri pertama pasangan Doiri (40) dan Suparmi (35), kondisinya kritis dan masih menjalani perawatan.

Menurut keterangan Direktur RS Siti Khodijah, Masrur, saat dibawa ke RS, Siti sudah meninggal dunia, sedangkan Lia dalam kondisi kritis serta tidak sadar.

“Kami langsung mengambil tindakan membuang dan menetralisir racun dalam tubuh pasien (Lia). Sekarang kondisinya mulai stabil meskipun masih lemah,” ungkap Masrur.

Menurut Yusi, bibi Lia, keponakannya itu memang sudah lama bersahabat dan sering curhat (mencurahkan isi hatinya) kepada Siti yang sehari-hari bekerja sebagai buruh Pabrik Rokok (PR) Taji Mas Plosoklaten. “Mereka sudah berteman lama dan sering ngobrol,” ujar Yusi saat ditemui di RS Siti Khodijah.

Namun diungkapkan Yusi, beberapa hari terakhir Lia terlihat lebih banyak diam dan termenung seperti tertekan dan memendam masalah. Padahal, Lia baru menikah 24 Juli 2009 lalu dengan Sudarsono (23), warga Dusun Bolodewo, Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

“Saya tidak tahu, apakah penyebabnya karena dia dipaksa menikah dengan pria pilihan orangtuanya itu hingga keponakan saya itu nekat, atau ada sebab lain,” tuturnya.

Sedangkan alasan orangtua memilih Sudarsono sebagai menantu karena lelaki itu sudah mapan dan punya pekerjaan di sebuah pabrik di Wates serta menyukai Lia sejak lama. Namun, sejak menikah Lia berubah menjadi pendiam, sering termenung, dan beberapa kali curhat kepada Siti.

Ketika disinggung mengenai masalah yang dihadapi Siti, Yusi mengaku tidak tahu pasti. Namun, ia sempat mendengar bahwa Siti putus asa melihat orangtuanya yang sakit-sakitan.

Kepastian motif kenekatan dua perempuan itu bunuh diri, saat ini masih dalam penyelidikan polisi. Polisi yang datang tidak lama setelah mendapat laporan warga langsung melakukan olah TKP.

“Kami menemukan sebuah gelas, minuman Sprite, obat sakit kepala Bodrex, dan sisa potas dalam kamar korban (Siti). Barang-barang inilah yang menjadi penyebab celakanya dua korban,” kata Kapolsek Gurah AKP Sudiono.

Dari informasi di TKP dan pemeriksaan keluarga korban, dugaan kuat mengarah pada perjodohan yang tidak dikehendaki Lia serta Siti yang putus asa dengan penyakit yang diidap orangtuanya. “Namun, kita akan perdalam penyelidikan sambil menunggu Lia sehat,” paparnya.

Hasil penyelidikan sementara, bunuh diri ini sudah direncanakan oleh kedua korban. Dengan kata lain, keduanya sudah janjian untuk mengakhiri hidup akibat beban masalah masing-masing.

Sementara itu, Nanang, warga Gurah pemilik toko penjual potas, juga akan dimintai keterangan oleh polisi, terutama untuk mengetahui siapa yang membeli potas. Sebab dari keterangan yang digali polisi, potas itu dibeli pada Jumat (31/7) sore di toko tersebut. “Termasuk akan kita selidiki, apakah ada tekanan atau paksaan dari pihak lain sehingga keduanya nekat bunuh diri,” kata AKP Sudiono.

sumber>/a>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: