Meilanfitriani's Blog

story of my life

Iklan ‘Go To Hell Untuk Pemfitnah SBY’ Muncul di Koran

Posted by meilan fitriani on 29 November 2009

Sebuah iklan yang memberikan dukungan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul di Harian Pos Kota terbitan Sabtu 28 November 2009. Iklan tersebut mengecam pembuat fitnah terhadap SBY. Iklan itu memang tidak dibuat dalam skala besar, namun kecil saja. Tepatnya seukuran 1 kolom. Iklan hitam putih itu terpampang pada kolom paling kiri halaman 3A. Iklan tersebut bergambar separuh badan SBY berjas, lengkap dengan peci. Dalam iklan itu tertera tulisan ‘SBY Harapan Baru’. Pada bagian bawah tulisan itu tertulis kalimat ‘Semoga Sumber Fitnah di Bumi ini Go To Hell. Amien’. iklan berukuran 1 kolom itu dipasang oleh PT Asiamaju Selaras. Perusahaan tersebut beralamat di Wisma PEDE, Jl MT Haryono Kav 17 Jakarta.

Iklan ‘Go To Hell Pemfitnah SBY’ yang di Harian Pos Kota murni iklan. Iklan tersebut juga tidak  berhubungan dengan kebijakan redaksi harian tersebut dalam melakukan pemberitaan. klan ‘Go To Hell Pemfitnah SBY’ dipasang oleh PT Asiamaju Selaras. Namun saat kantor perusahaan tersebut disambangi, tidak ada seorang pun di sana. “Ya itu memang kantor PT Asiamaju, tapi lagi libur. Tadi pagi ada orang, tapi sudah pulang,” kata seorang sekuriti Wisma PEDE. Jl MT Haryono Kavling 17 Jakarta, Sabtu (28/11/2009). Petugas keamanan tersebut tidak tahu PT Asiamaju Selaras bergerak di bidang apa. Yang jelas, kata Sekuriti tersebut, pada hari biasa kegiatan di perusahaan itu normal. PT Asiamaju Selaras menempati sebuah ruangan di lantai II Wisma PEDE. Namun pada pintu masuk kantor, tidak ada papan nama perusahaan tersebut.

Pihak Istana Kepresidenan enggan mengomentari iklan ‘Go To Hell Untuk Pemfitnah SBY’ yang muncul di Harian Pos Kota. Alasannya, itu sekedar iklan kolom dan bukan berita headline utama. “Saya belum bisa komentar soal iklan itu, kan bukan headline,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada detikcom, Sabtu (28/11/2009) sore. Julian mengaku Pos Kota merupakan salah satu dari sekian banyak harian yang wajib dia baca setiap hari. Namun dirinya belum tahu jika di halaman 3A harian itu ada iklan tersebut. “Saya cuma baca beritanya,” alasan dia. Iklan berukuran satu kolom tersebut intinya memberikan dukungan kepada Presiden SBY. Iklan tersebut mengecam pembuat fitnah terhadap SBY, tapi tidak jelas fitnah apa yang dimaksud.

Pemasang iklan ‘Go to Hell Pemfitnah SBY’ dinilai hanya menjilat dan mencari muka. Pemasang juga dinilai berharap ‘sesuatu’ dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Kalau itu ada yang menganggap bahan tertawaan, ada yang menganggap serius. Saya menduga ini orang yang menjilat, cari muka,” ujar pakar komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando ketika berbincang dengandetikcom, Sabtu (29/11/2009). Dilihat dari iklannya yang hanya satu kolom, Ade mengatakan iklan itu tidak akan berpengaruh apa pun karena sekarang bukan masa kampanye. Ade juga menilai orang itu hanya ingin diketahui eksistensinya sebagai pembela SBY dengan memasang iklan. Ada ‘imbalan’ yang diharapkannya. “Saya duga tujuannya membuat orang tahu bahwa dia pembela SBY. Barangkali berharap mendapatkan sesuatu dari dukungannya. Kalau dia pengusaha, ingin terlihat berperan dalam membela SBY. Harapannya dapat konsesi macam-macam, yang bernilai ekonomi,” imbuh mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu. Dari segi bahasa, kata ‘go to hell’ sendiri untuk iklan tidak terlalu vulgar. Mengingat Presiden Soekarno pernah menggunakan kata ‘go to hell’ ini sebagai reaksi penolakannya atas bantuan dari luar negeri, ‘Go to hell with your aid’. Namun demikian, pemasang iklan itu dinilai tidak berwibawa. “Makin menunjukkan bahwa betapa tidak berartinya pembelaan dia ini. Kayak buang uang saja (pasang iklan). Saya yakin kelompok inner circle-nya SBY tidak akan menganggap ini serius. Pos Kota juga tidak ingin terlihat seperti media propagandanya SBY,” tandas Ade.

sumber

One Response to “Iklan ‘Go To Hell Untuk Pemfitnah SBY’ Muncul di Koran”

  1. olong said

    wah keren ea… tp bgtlah politik… jika pres abdrahmad wahid dulu di impactment hanya krn isu dan prilakunya yang kontroversial kayak presiden iran (anti protokoler) mungkin ini wajar ea diterima sby habisnya mau jd presiden n yg disinyalir gagal memonitoring mentri n BInya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: